Apa yang anda lakukan ketika mendapati begitu banyak pekerjaan dan tugas di meja anda? langsung mengerjakan kah? Atau berkata, “nanti saja dulu lah, masih ada waktu”
Mungkin itu sebuah gambaran kecil bagaimana saya dan anda sering mengalami pertentangan batin dalam menghadapi kebiasaan buruk.
Kita semua punya sebuah kebiasaan yang seringkali bertentangan dengan keinginan. Banyak jenis kebiasaan-kebiasaan buruk mulai dari kesehatan hingga masalah psikologis. Anda mungkin juga pernah merasakan bagaimana bagaimana sulitnya mengambil keputusan yang sebetulnya sangat mudah secara logika namun rasanya diri anda seakan terbelah menjadi dua dengan satu pihak menginginkan anda melakukannya sementara diri anda yang lain berteriak supaya jangan melakukannya. Contoh ringannya dalam sebuah hubungan cinta yang sudah complicated, anda mungkin berpikir putus atau terus?
Jika dianalogikan, hal ini seperti pertarungan antara ’setan’ vs ‘malaikat’, yang kebanyakan dimenangkan oleh kubu ’setan’.
Pertarungan ini sungguh menyiksa dan terjadi setiap kali anda dihadapkan pada keputusan mengulangi kebiasaan buruk atau tidak. Parahnya pertarungan ini bisa berlangsung selama bertahun-tahun seperti pengakuan para perokok atau orang yang memelihara kebiasaan malasnya sampai sekarang.
Sebelumnya saya akan jelaskan sedikit bahwa manusia memiliki banyak bagian dalam diri. Ada bagian anak-anak, dewasa, bijak, benci, jahat, dll. Kalau disederhanakan bisa diambil dua saja yaitu positif (malaikat) dan negative (setan). Keduanya ini memiliki maksud yang baik dalam diri seseorang. Misalnya kebiasaan malas, bagian yang rajin memiliki maksud untuk membuat anda tepat waktu dalam menyelesaikan tugas, sementara bagian yang malas juga memiliki maksud yang baik yaitu memberikan kepada anda waktu istirahat lebih supaya anda bisa benar-benar merasakan kondisi tubuh yang prima. Walaupun terkadang penyampainnya salah, tapi ‘mereka’ berdua tetap memiliki maksud yang baik terhadap tubuh anda. Biarkan saja mereka ada didalam diri anda.
Dalam ilmu Neuro Linguistic Programming (NLP), hal ini disebut inner self conflict. Ada sebuah teknik NLP yang dapat digunakan untuk mendamaikan sisi ’setan’ dan ‘malaikat’ ini dan menghasilkan sebuah aksi yang positif. Teknik ini disebut Part Integration Technique. Yaitu teknik untuk mengurangi kerusakan atau tekanan mental akibat tidak terpenuhinya salah satu keinginan dari 2 keinginan yang saling bertentangan.
Langsung saja saya berikan contoh kasusnya:
Malas vs Tidak Malas
Perang batin dalam diri anda akan terjadi seperti ini:
Sisi Malaikat : “Jangan malas !!! Lihat berapa banyak pekerjaanmu yang tertunda dan ga beres karena sifatmu ini!”
Sisi Setan : “Kalo tidak gini, badanku bisa capek semua..nanti kan juga bisa dikerjain.. ga harus sekarang”
Pernah mengalaminya? Kalo sudah mulai terjadi perang batin seperti ini, cobalah Part Integration Technique seperti dibawah ini
Langkah Pertama
Taruh kedua tangan di depan anda dengan telapak tangan terbuka menghadap keatas. Lihat telapak tangan kiri. Bayangkan sebuah benda yang berkaitan dengan kebiasaan anda sedetail mungkin, mempunyai berat serta bisa berbicara. Benda itu adalah diri anda yang mewakili kebiasaan buruk anda. Lakukan hal yang sama dengan telapak tangan kanan yang mewakili keinginan untuk berhenti dari kebiasaan buruk anda.
Langkah Kedua
Lihat ke telapak tangan kiri dan tanyakan “Kenapa kamu ingin aku malas?”. Jawabannya kemungkinan akan berupa “Karena dengan malas aku merasa lebih nyaman menikmati hidup, supaya kamu tidak sakit terlalu banyak pekerjaan, bisa beristirahat lebih lama, kamu juga senang kan ?”. Kemudian tanyakan lagi pertanyaan “Kenapa kamu ingin aku senang?”. Maka jawaban yang mungkin adalah “Karena aku adalah bagian dari kamu, jika kamu senang maka saya juga senang”. Bisa dilanjutkan dengan pertanyaan, “Jika aku senang, apa untungnya bagi kamu?” dan jawaban yang mungkin muncul, “yang pasti aku akan membuatmu jauh lebih bahagia dari saat ini”. Anda bisa terus mengajukan pertanyaan yang anda akan sadari bahwa benda tersebut sebenarnya berniat baik dan hanya ingin anda bahagia.
Langkah Ketiga
Lakukan persis seperti pada langkah kedua untuk keinginan anda untuk berhenti. Tujuan utamanya adalah membuat kedua diri anda untuk sepakat bahwa tujuan mereka sebenarnya sama-sama membuat anda bahagia. Ajukan pertanyaan ke kedua benda tersebut apakah niat mereka yang sebenarnya dan kompromikan cara apa yang secara logika paling baik buat anda. Tanyakan alasan dibalik setiap jawaban mereka. Jika terasa sulit menemukan kompromi, INGAT… anda juga memiliki bagian bijak dalam diri anda, kalau diperlukan undang bagian bijak anda untuk keluar dan berdiskusi dengan sisi ‘setan’ dan ‘malaikat’. Lakukan dialog tanpa memihak satu sisi manapun, biarkan saja jawaban yang keluar apa adanya dan rasakan perlahan anda akan menemukan satu kesepakatan logis untuk mendamaikan keduanya.
Langkah Keempat
Beritahu mereka bahwa mereka berdua mempunyai tujuan yang sama dan dengan alasan tersebut ‘perang’ bukan jalan yang baik diantara mereka. Jika anda melakukan dengan benar dari langkah pertama, maka anda akan menyadari bahwa kedua tangan anda akan mendekat dan bersentuhan. Kemudian satukan kedua telapak tangan dengan erat. Hal ini akan menyampaikan pada alam bawah sadar anda bahwa perang batin telah usai dan telah mencapai kesepakatan untuk bekerjasama membuat anda lebih bahagia daripada saat ini. Yang terpenting, anda tidak akan menemui kesulitan besar ketika anda dihadapkan situasi yang sama.
Semua bagian dalam diri anda sejatinya memiliki maksud yang baik, sama-sama ingin anda BAHAGIA.. hanya saja terkadang mereka salah menyampaikan keinginannya… Inilah bukti bahwa ciptaan TUHAN selalu bermanfaat, termasuk bagian negatif dalam diri anda. Bicaralah lagi dengan diri anda.. dan kenali lebih dekat..
Selamat mencoba dan semoga bermanfaat!






0 komentar:
Post a Comment