“saya pernah ikut training tentang motivasi, tapi kenapa kok cuman bertahan seminggu, setelah itu susah sekali termotivasi lagi. Udah keluar biaya banyak, eh ga permanen.. belum lagi temen saya juga bilang serupa. Waktu didalam ruangan sih, motivasinya kerasa banget, sudah keluar.. eeh.. biasa aja”
Bersyukurlah jika anda pernah mengalaminya. Masih mending kan pernah merasa termotivasi daripada tidak sama sekali..?
Nah, disini saya coba akan berbagi sedikit bagaimana caranya agar selalu termotivasi terus menerus, bahkan anda pun bisa menjadi motivator bagi orang-orang terdekat anda dengan meluangkan waktu sejenak membaca tulisan ini sampai selesai.
Waktu semester tengah di psikologi saya belajar tentang Reward and Punishment , sedangkan saya pernah juga diberi tahu mentor hypnosis tentang konsep carrot and stick. Idiom dari Carrot dan Stick adalah suatu aturan yang menawarkan suatu kombinasi berupa hadiah (Carrot) dan hukuman (Stick) untuk mendorong menuju perilaku tertentu. Bila ini digambarkan adalah seperti bila anda menunggani seekor keledai dan bagaimana cara supaya keledai itu mau berjalan? Yang harus dilakukan adalah bila tidak dipukul pantatnya ya dikasih wortel dengan diikat disebuah batang kayu lalu dijulurkan ke mulutnya keledai tersebut sehingga dia mau berjalan.
Nah, seiring waktu akhirnya bertemulah saya dengan seni NLP. Dan menurut saya, ini adalah konsep yang paling efektif sekaligus manusiawi karena didalamnya anda akan diajak untuk terus menggali dan mengenali diri anda seutuhnya sehingga untuk menjadi termotivasi adalah hal yang sangat mudah. Konsepnya cukup sederhana yaitu konsep Toward and Away. Konsepnya hampir sama dengan konsep carrot and stick, yaitu Toward adalah mengejar atau mendekati sesuatu dan away adalah menghindari akan sesuatu yang membuat atau mengarahkan ke perilaku tertentu. So, gimana cara aplikasinya? Caranya sangat simpel dan sederhana.
Banyak orang yang selalu menggunakan insentif atau hadiah agar seorang anak, karyawan atau keluarga bahkan diri kita sendiri mau melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan atau impian kita. Bahkan ada beberapa perusahaan yang selalu menggunakan satu jurus atau satu konsep yaitu hanya mengejar insentif. Kalau penjualan tidak terjadi, mereka hanya menambah sistem insentif, padahal menurut saya pemberian insentif yang dilakukan tidak memberikan perubahan signifikan terhadap motivasi seseorang dalam melakukan tugasnya dengan baik, alih-alih bersikap loyal terhadap perusahaan.
Lalu bagaimana dengan konsep away? Orang yang mengejar terus impiannya saja ga dapet-dapet, gimana yang malah menghindarinya…? Eits, tapi banyak lo orang-orang yang berhasil mencapai impiannya dengan memulai dari konsep away ini. Kok bisa?
Inilah uniknya sistem dalam pikiran kita. Ah, saya kira lebih baik langsung memberikan contoh riil-nya saja. Oke?
Sebelum kita memilih memakai konsep yang mana, saya ajak anda untuk mengenali tipikal diri.
Ini nih, contoh orang dengan tipikal AWAY
Anda bisa memulai latihan dengan membuat sebuah percakapan dengan teman anda, atau bahkan komunikasi intrapersonal dengan diri anda sendiri.
“Apa impian anda?”
“Membeli rumah” jawabnya
“Kenapa membeli rumah itu sangat penting buat anda?”
“membeli mobil itu penting buat saya karena sebagai tempat tinggal tetap”
“Kenapa tempat tinggal tetap begitu penting buat anda?”
“Karena saya kasihan kalau anak dan istri saya tinggal di kost seperti sekarang dan hidup dengan banyak orang” katanya.
Nah, dari uraian diatas, anda bisa mengamati kalimat terakhir adalah kasihan. Kasihan ini adalah identik menghindar dari suatu masalah. Jadi ini tipikal away.
Ini nih, contoh orang dengan tipikal TOWARD
“Apa impian anda?”
“Membeli rumah” jawabnya
“Kenapa membeli rumah itu begitu penting buat anda?”
“Karena saya selama ini bekerja dan harus mengejar impian saya untuk membeli rumah” jelasnya
“Kenapa mengejar impian itu begitu penting buat anda?”
“Jelas donk, dalam mengejar impian kan saya mau sukses dan bisa hidup enak” jawabnya lagi
Nah, dari percakapan diatas, bahwa dia konsisten dalam menjawabnya selalu mengarahkan ke mengejar atau toward.
Karena sudah tahu penjelasan diatas, kita bisa menggunakan konsep toward atau away untuk membantu seseorang atau bahkan diri kita sendiri untuk mengejar impian kita. Bila anda tipikal toward maka berikan sistem insentif sedangkan bila orangnya away maka bisa diberikan dengan konsep hukuman atau bisa juga dengan menanyakan apa yang paling penting dalam hidup anda Bila jawabannya adalah keluarga atau kebebasan atau jawaban apapun bisa kita gunakan awaynya adalah keluarganya atau kebebasannya.
Coba anda imajinasikan bila anda tidak mengejar impian anda apa yang akan terjadi dengan keluarga anda nantinya? Atau bila anda tidak mengejar impian anda sekarang, apa yang akan terjadi dengan masa depan anda? Apakah anda bisa bebas? Pasti tidak bukan?
Bila kita menggunakan salah satu konsep toward dan away, ini sudah membantu banyak agar kita mudah termotivasi tanpa henti mengejar impian dan dipastikan akan lebih cepat mencapainya dibandingkan bila kita tidak pernah tahu apa yang sebenarnya kita kejar.
SEMOGA BERMANFAAT…






2 komentar:
ini Chika angkatan 2006 psiko Unair yah?
oalah, makanya kayak familiar sama fotonya, hehe
hebat euy udah jadi hypnotherapist :)
semoga ilmunya bermanfaat buat sesama yah...
nice blog!
Siplah tlisannya.
Post a Comment